KEMULIAAN WANITA DALAM ISLAM (ANALISIS TENTANG ASAL-USUL KEJADIAN WANITA)

Ajaran Islam pada hakikatnya memberikan perhatian yang sangat besar serta kedudukan yang terhormat bagi perempuan. Mahmud Syaltut, menulis: “Tabiat kemanusiaan antara laki-laki dan perempuan hampir dapat dikatakan sama. Allah telah menganugerahkan kepada perempuan sebagaimana menganugerahkan kepada laki-laki. Kepada mereka berdua diebrikan Tuhan potensi dan kemampuan yang cukup untuk memikul tanggung jawab dan yang menjadikan kedua jenis kelamin ini dapat melaksanakan aktivitas-aktivitas yang bersifat umum maupun khusus. Karena itu, hukum-hukum syari’at pun meletakkan keduanya dalam satu kerangka.” Read more…

MENJADI MUSLIM BERKUALITAS

Alquran banyak menyatakan bahwa manusia adalah makhluk pilihan, makhluk berkualitas tinggi, makhluk kreatif dan produktif, dengan sederet istilah yang dipasang, seperti: sebagai khalifah di bumi (khalifah fil ardh), sebagai makhluk yang diunggulkan, sebagai pewaris kekayaan bumi, sebagai penakluk sumber daya alam, sebagai pengemban amanah dan lain-lain.

Dalam sejarahnya yang panjang, memang hanya manusia saja yang telah membuktikan kesanggupannya dalam memadukan beberapa macam sumber daya untuk meningkatkan kualitas hidupnya, menjadi makhluk berbudaya tinggi. Sumber-sumber daya itu adalah: sumber daya alam (natural resourches), sumber daya manusia (human resources) dan teknologi. Read more…

PUASA RAMADHAN DAN MANAJEMEN WAKTU

Nabi Muhammad saw. bersabda: “Ada dua nikmat di mana kebanyakan manusia sering tertipu dengannya: nikmat sehat dan nikmat waktu senggang.” (H.R. Bukhari). Hadis ini memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Orang yang baik dan bisa sukses dalam hidupnya adalah orang-orang yang menghargai akan kesehatannya dan nikmat kelapangan waktunya. Penghargaan terhadap kedua hal tersebut adalah dengan berupaya untuk berbuat yang terbaik buat masa depannya. Read more…

MARHABAN RAMADHAN

Ramadhan datang setiap tahun silih berganti. Ramadhan tahun lalu telah pergi dan menjauhi kita dengan meninggalkan sejuta kesan bagi yang memanfaatkannya dengan seksama. Ramadhan kini akan datang lagi, dengan membawa beragam hikmah dan keistimewaan-keistimewaan di dalamnya. Pada setiap Ramadhan datang, kaum muslimin memuliakannya dengan ibadah, seperti: berpuasa, tadarrus Alquran, qiyamul lail, dan lain sebagainya. Hal itu kita lakukan karena kita telah menyadari akan pentingnya Ramadhan buat hidup kita.

Rasulullah saw. bersabda: “Wahai umat manusia. Bulan yang mulia (Ramadhan) telah mengunjungi kamu, bulan penuh keberkahan. Suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih berharga dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya suatu kewajiban (fardhu), sedangkan mengisi malam-malamnya dengan kebajikan-kebajikan dan pengabdian merupakan tathawwu’ (amal-amal sunat), yang amat bernilai.” (H.R. Ibnu Khuzaimah) Read more…

EMPAT GOLONGAN YANG DIMURKAI ALLAH (CERMIN DI BALIK MUSIBAH BENCANA)

Ada dua jenis manusia: pertama, mereka yang berkata pada Tuhan, “Segala kehendak-Mu, jadilah,” dan kedua, mereka yang Tuhan berkata kepada mereka, “Ya Sudah terserah kamu saja.” (CS.Lewis, Screwtape Letters)

Banjir, badai, longsor, gempa, tsunami, gunung meletus mewarnai gambar kehidupan kita hari ini. Hal ini tentunya membawa  untuk mengkaji kembali akan orientasi kehidupan kita. Selama ini mungkin orientasi dalam mengarungi kehidupan hanya dunia semata, keridhoan ilahi dikesampingkan. Sehingga tidak memandang halal ataupun haram, yang penting enak, perut kenyang, kantong pun tebal. Untuk itu, kita semua harus meluuruskan orientasi hidup kita dengan mendasarkan terhadap keridhoan-Nya semata-mata.

Bahagianya diri kita, bila setiap aktivitas yang kita lakukan di dunia ini senantiasa mendapatkan keberkahan dan keridhaan dari Allah. Bagi seorang mukmin, kenikmatan yang terbesar adalah keridhaan-Nya. Suasana keindahan akan tertanam dan terpancar dalam jiwa seorang mukmin yang disenangi, dicintai, dan diridhai Tuhannya. Read more…

ETIKA MENGRITIK

Pada waktu perang Badar, Rasulullah saw keluar mendahului orang-orang dari pasukan kafir Quraisy menuju mata air. Sehingga kaum muslimin lebih dahulu sampai di sumber air yang ada di tanah lapang Badar tersebut. Hal ini agar orang-orang kafir Quraisy tidak dapat menguasai mata air itu. Di sinilah al-Hubab ibn al-Mundzir tampil layaknya seorang penasehat militer, seraya bertanya : “wahai Rasulullah, apakah anda yang sengaja memilih posisi ini ? atau apakah memang posisi ini telah dipilihkan Allah sehingga kita tidak bisa mundur atau maju ke tempat yang lain? Apakah mungkin hanya sekedar taktik, strategi dan tipu daya dalam peperangan?” Rasulullah menjawab, “hal ini hanya sekedar taktik, strategi dan tipu daya dalam peperangan.”

Al-Hubab kembali berkata, “Wahai Rasulullah, kalau begitu posisi yang kita ambil kurang strategis. Lebih baik kita menyuruh orang-orang untuk berada lebih dekat dengan sumber air. Sehingga kita yang akan menguasai tandon air. Kemudian kita akan membuat semacam telaga yang airnya dialiri dari mata air tersebut. Jadi kita bisa berperang dengan tetap meneguk air. Sedangkan musuh akan metrasa kehausan.” Rasulullah saw bersabda, “idemu memang genius.” Akhirnya beliau melakukan apa yang telah diusulkan oleh sahabatnya, al-Hubab. Read more…